you copy my style
you copy again
apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
but sooner or later i gotta take my stand
udah bolak balik sampe balik kebolak
temen gue sampe keselek pas makan kolak
lagi lagi berulang ulang terus terjadi
tetangga bikin ulah lagi bikin sakit hati
suka ngaku ngaku kagak malu malu
punya indonesia di klaim satu satu
apa memang kalian yang gak mampu mampu
buat budaya sendiri efek gak ampuh ampuh
baca rambu rambu, bangsaku berbudi luhur
tapi usik terus, reputasi mu masuk kubur
jujur gue bangga jujur gue bersyukur
elo ngaku ngaku berarti progress lo mundur
panas ku bertutur kreasi bicara
walau sudah jelas identitas ku dijarah
joe farizal aja bisa minta maap
masa yang lain kagak nyadar kagak tanggap
you copy my style
you copy again
apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
but sooner or later i gotta take my stand
bukan mo sok nasionalis sombong mengangkat alis
bukan mo sok gangster bukan sok sadis
walau lagi ngetop bukan gue sok ngartis
tapi bales pake lagu paling praktis
marah marah di internet, udah pasaran
ngomel ngomel di pasar kagak sabaran
kaya cacing kepanasan jenggot kebakaran
rasanya gatel pengen ngasih tamparan
tapi gue orang nya cinta damai
walau rasanya sulit untuk santai
amunisi di samping nyiur melambai
pakai musik rap ku siap membantai
memang satu rumpun masih sama melayu
tapi melayu saykoji keras dan gak kemayu
selendang rocker ku agak mendayu
tapi coba ajak gue battle rap ayuk!!
you copy my style
you copy again
apa plagiat di negara lo lagi ngetrend?
ku tetap sabar tetap kau kuanggap friend
but sooner or later i gotta take my stand
Catatan Hasdi Putra
28 August, 2009
02 August, 2009
Tiada Lagi yang Terpaksa
Harapku, kesadaranmu membangkitkan keikhlasan. Dengannya berbuat bukan karena punishment dan rewards. Tapi memang rasa butuh yang sangat.
Tiadalah bisa sesiapa untuk memaksa. Hanya Allah saja yang berhak untuk menawannya. Aku doa, semoga semuanya diberkan hidayah. Dibukakan pintu hati, menerima kebenaran. Berbuat, bertidak dan beramal bukan karena siapa-sapa. Karena Allah saja.
Hanya Allah yang berhak menawan siapa saja. Dengan Rahman dan rahim-Nya. Dengan syurga dan neraka-Nya. Sebab, ada siang dan malam yang mampu merubah wajah. Perputarannya perlahan-lah mencabut satu persatu yang namanya masa.
Label:
ETOS
Wahai Para Mujahid
Wahai para mujahid maralah ke hadapan
Kerahkanlah tenagamu dan jua fikiran
Korbankanlah harta sekalipun jiwa raga
Teguhkan keyakinan teruskanlah perjuangan
Wahai para mujahid janganlah terpengaruh
Ujian nikmat hidup duniawi
Biarpun ianya begitu indah
Namun hanya sementara
Memang berjuang itu terkorban
Kerana kita berjuang untuk berkorban
Itulah asam garam perjuangan
Syarat mendapat cinta Allah
Wahai para pejuang kebenaran
Suburkanlah semangat juangmu
Setiap masa sepanjang hayatmu
Dengan irama hiburan ini
Tempuhilah penderitaan
Di dalam perjuangan
Kerana itu adalah penghapus dosamu
Berjuang kerana Ilahi
Walaupun sedikit tetap kan dinilai
Sebagai amalanmu yang soleh
Lagu : The Zikr
Lirik : Ashaari Muhammad
Kerahkanlah tenagamu dan jua fikiran
Korbankanlah harta sekalipun jiwa raga
Teguhkan keyakinan teruskanlah perjuangan
Wahai para mujahid janganlah terpengaruh
Ujian nikmat hidup duniawi
Biarpun ianya begitu indah
Namun hanya sementara
Memang berjuang itu terkorban
Kerana kita berjuang untuk berkorban
Itulah asam garam perjuangan
Syarat mendapat cinta Allah
Wahai para pejuang kebenaran
Suburkanlah semangat juangmu
Setiap masa sepanjang hayatmu
Dengan irama hiburan ini
Tempuhilah penderitaan
Di dalam perjuangan
Kerana itu adalah penghapus dosamu
Berjuang kerana Ilahi
Walaupun sedikit tetap kan dinilai
Sebagai amalanmu yang soleh
Lagu : The Zikr
Lirik : Ashaari Muhammad
27 January, 2009
The Youth Forum For Better Indonesia
Terlalu mahal potensi besar ini bila ia tetap dibiarkan berserakan kini. Adalah mimpi besar menghadirkan cita-cita itu wujud bukan hanya dalam hati sanubari. Biarlah rakitan tekad yang semakin kuat barisan pemuda harapan untuk kebangkitan; The Youth Forum For Better Indonesia.
Tidak ingin semuanya hanya menjadi cerita lama. Rencana yang tidak mengejawantah dibumi persada ini. Lama sudah terasa penantian. Walau kesabaran sekalipun terkadang tak mampu menahan gejolaknya.
Ada alumni perguruan tinggi tiap tahunnya, bahkan hitungan bulan. Ada aktifis-aktifis dengan heroisme perjuangannya. Ada idealis-idealis bangsa yang lahir, tumbuh dan besar setiap dicelah-celah puing sejarah bangsa kita. Dan waktu telah menghimpun segalanya.
Terlalu mahal rasanya harus kita bayar segalanya, bila ia tidak memberikan inspirasi besar untuk peradaban. SDM-SDM pilihan di zamannya, jaringan yang kian membesar dan semakin mengakar kuat tersiakan jangan. Tentulah langkah yang tepat untuk semakin memberdayakan semuanya demi hari lebih baik.
Perjalanan Forum Alumni
Dari pertemuan FSLDK XIV di Lampung, ide forum alumni disambut baik seluruh delegasi. Sebagai kelanjutan dari kisah perjuangan di kampus, maka alumni perlu melanjutkan estafeta perjuangan di medan yang relatif berbeda. Dengan kompetensi alumni yang beragam diharapkan mampu untuk semakin memberikan harapan kebangkita bagi Indonesia dan peradaban dunia.
Beberapa forum sudah terealisasi. Diskusi-diskusi panjang semakin sering terjadi. Dan hadirlah wacana penamaan yang beragam. Termasuk ISMI atau Ikatan Sarjana Mardhika Indonesia. Tapi ada yang mengusulkan diganti, karena sudah ada komunitas lain dengan nama yang sama. (Coba Searching aja).
Nama memang identitas. Dan ia tidak perlu menghijab kita dari tujuan. Semuanya untuk Indonesia yang lebih baik. Untuk peradaban yang lebih gemilang. Dan seperti sejarah sejarah sebelumnya, tetaplah para pemuda sebagai pilar-pilarnya. Senantiasalah kaum terdidik yang tercerahkan sebagai para pengusungnya. Peran itu sedikit demi sedikit sandangkan ia dipundak, dipunggung kita semua. Dan Sepertinya masa itu akan terus bergulir.
Lalu, adakah hari ini episodenya? Kawan, sampaikan lantang jawabmu pada dunia
Label:
Forum Alumni,
FSLDK,
ISMI
Coba Lagi
Mencoba lagi. Maklum. Hati kadang berubah. Berbolak dan berbalik arah. Disini, sudah lama tak terjamah. Sementara pesan terus mengalir dan tersimpan lama. Salam jumpa. Lagi.
Bila pagi telah mengalkir cahayanya. Dan burung-burung berkicau ditingginya pohon yang lebat daunnya. Ada harapan. Ya..masih ada harapan. Esok mungkinkah matahari bersinar lagi. Tak peduli. Yang pasti sekarang cahayanya semakin menyinari. Usah tunggu esok lagi
Bila pagi telah mengalkir cahayanya. Dan burung-burung berkicau ditingginya pohon yang lebat daunnya. Ada harapan. Ya..masih ada harapan. Esok mungkinkah matahari bersinar lagi. Tak peduli. Yang pasti sekarang cahayanya semakin menyinari. Usah tunggu esok lagi
10 November, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)